Rabu, 16 Desember 2009

HAKIKAT SAINS DAN TEKNOLOGI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
sains dan teknologi merupakan masalah urgen dalam masyarakat terutama untuk kehidupan manusia. Perihal apapun tidak dapat terlepas dari campur tangan sains dan teknologi. Karena peranannya yang besar itulah maka pada hakekatnya perlu dipahami apa yang dimaksud dengan sains itu sendiri. Karena sains dan teknologi adalah masalah yang penting, kita sebagai manusia perlu memahami hakikat sains dan peranannya yang kemudian menjadikannya sebagai bagian dari hidup.
Secara langsung ataupun tidak, masyarakat kurang memahami secara detail hakikat dari sains. Mereka hanya merasakan dalam kehidupan. Pada zaman sekarang ini teknologi telah menjamur dan membudaya bahkan menyentuh hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Sedemekian pentingnya sehingga kita sabagai manusia alangkah lebih baiknya jika mengetahui dan memahami akan perihal itu.
Bukan hanya itu permasalahan tentang sains dan teknologi agaknya kurang menjadi perhatian untuk disorot dan dianggap sebagai suatu masalah. Padahal telah kita ketahui sendiri ini adalah masalah yang penting dan seharusnya sudah dipahami manusia.
Teknologi dan sains memang saling terkait dengan manusia. Manusia memiliki hubungan yang erat dengan teknologi dan sains demikian sebaliknya. Dari uraian itu terlihat jelas betapa pentingnya untuk mempelajari lebih lanjut perihal sains dan teknologi karena bagaimanapun itu berguna untuk kemakmuran dan kesejahteraan hidup manusia.


1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apakah sains dan teknologi?
1.2.2 Bagaimanakah peran sains dan teknologi dalam kehidupan manusia?
1.2.3 Bagaimanakah perkembangan sains dan teknologi dalam kehidupan manusia?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.1.1 untuk mengetahui apakah sains dan teknologi.
1.3.1.2 Untuk mengetahui bagaimanakah peran sains dan teknologi dalam kehidupan manusia.
1.3.1.3 Untuk mengetahui bagaimnakah perkembangan sains dan teknologi dalam kehidupan manusia.

1.3.2 Tujuan Khusus
1.3.2.1 Untuk mengangkat sains dan teknologi dalam kehidupan manusia notbene sangat penting demi kemakmuran kehidupan.
1.3.2.2 Untuk memberikan referensi dan tambahan pengetahuan masyarakatyang tadinya tidak mengerti menjadi paham mengenai sains dan teknologi.
1.3.2.3 Memberikan motivasi dengan makalah ini masyarakat akan sadar pentingnya sains dan teknologi kemudian termotivasi untuk memperdalam pengetahuan sehubungan dengan hal itu.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hakikat Sains
Sains meiliki definisi yang sangat luas dan berbeda-beda. Hal ini Nampak pada definisi Carin (1993) mendifinisikan sains sebagai “suatu kemampuan pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam”. Sedangkan menurut Nokes (Nur, 2000) didalam bukunya yang berjudul Sience In Education menyatakan bahwa “sains merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus”. Selain kedua pendapat tersebut masih banyak perumusan lain yang berusaha nutuk menjelaskan perihal sains.
Kedua pendapat diatas sebenarnya tidak jauh berbeda. Memang pada dasarnya sains merupakan ilmu teoritis. Namun, teori tersebut didasarkan pada pengamatan, percobaan-percobaan terhadap gejala-gejala alam. Betapapun indah dan menariknya suatu teori dirumuskan, tidak dapat dipertahankan jika teori tersebut tidak sesuai dengan hasil pengamatan./observasi. Fakta-fakta yang sehubungan dengan hejala alam diselidiki dan diuji secara berulang-ulang melalui langkah percobaan (eksperimen), kemudian dari hasil eksperimen tersebut dirumuskan keterangan ilmiahnya (teorinya). Disamping suatu teori memiliki fungsi nutuk menjelaskan gejala-gejala yang terjadi dialam ini, teori juga memiliki fungsi untuk membuat ramalan apa yang akan terjadi.
Sound (1975) mendefinisikan sains sebagai berikut:
 Sikap ilmiah : kepercayaan/keyakinan, nilai-nilai, gagasan /pendapat, obyektif dan sebagainya.
Misalnya : Membuat suatu keputusan setelah memperoleh cukup data yang berkaitan dengan permasalahan serta serta berusaha mengimbangi dengan berusaha obyektif dan jujur selama pengumpulan data.
 Metode ilmiah : Cara-cara khusus yang digunakan untuk menyelidiki /memecahkan suatu permasalahan.
Misalnya : Membuat hipotesis, merancang dan melaksanakan eksperimen, mengumpulkan dan menyusun data, mengevaluasi data, mengakui dan sebagainya.
 Produk ilmiah : Fakta, prinsip, teori, hukum dan sebagainya.
Misalnya : Logam bila dipanasi akan memuai.

Pada dasarnya dapat dijelaskan bahwa sains adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu melakukan pengamatan, percobaan, penyimpulan,penyusunan teori, percobaan,dan demikian seterusnya. Saling terjadi keterkaitan antara cara yang satu dengan cara yang lain. Cara untuk memperoleh ilmu dengan cara yang demikian ini dikenal dengan metode ilmiah. Pengertian metode ilmiah itu sendiri adalah merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Berdasarkan penjelasan atas definisi perihal sains diatas sebenarnya secara langsung ataupun tidak langsung dapat kita amati terdapat kesepakatan dari setiap definisi, yaitu pada dasarnya sains merupakan produk dan proses yang dalam hakikatnya tidak dapat dipisahkan. Produk yang dimaksud disini adalah kumpulan pengetahuan, dan proses disini dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh pengetahuan atau mencari penjelasantentang gejala-gejala alam. Dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa sains yang berkedudukan sebagai proses adalah pada dasarnya merupakan langkah-langkah yang biasa ditempuh oleh para ilmuan (saintis) nutuk melakukan penyelidikan dalam rangka memburu penjelasan tentang gejala-gejala alam.
Disamping melakukan proses (langkah-langkah tertentu), dalam mempelejeri gejala-gejala alam, saintis juga harus memiliki sikap ilmiah. Sikap ilmiah disini adalah bersikap objektif dan jujur pada saat dalam kegiatan mengumpulkan data juga menganalisis data. Dengan menerapkan proses dan sikap ilmiah tersebut, saintis memperoleh penemuan-penemuan yang merupakan produk ilmiah atau produk sains. Produk ilmiah yang dimaksud disini dapat berupa fakta, konsep, prinsip, atau hukum dan juga teori.
Dengan demikian, pada hakikatnya sains terdiri dari tiga komponen utama yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah, produk ilmiah. Jadi dapat disimpulkan sains tidak hanya terdiri atas kumpulan, pengetahuan atau berbagai macam faktayang harus dihafal, namun sains juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari dan mengkaji gejala-gejala alam yang belum dapat diterangkan. Sebagian ebsar sains terdiri atas penyelidikan dan studi sistematis mengenai hakikat alam. Kumpulan pengetahuan yumbuh setiap saat apabila dalam penyelidikan diperoleh informasi baru. Pada dasarnya sains menggunakan apa yang telah diketahui sebagai batu loncatan untuk memahami apa saja yang belum diketahui. Suatu masalah dalam sains yang telah dirumuskan dan kemudian berhasil dipecahkan akan memungkinkan terbukanya masalah baru yang membutuhkan pemecahan masalah lagi. Demikian seterusnya sehingga memungkinkan sains berkembang secara dinamis.
Seseorang yang mulai mempelajari sains akan segera menginsyafi bahwa ia menemukan pengertian perihal sejumlah gejala melalui penggunaan indera. Indera kita adalah windows to the world. Misalnya kita melihat dengan mata, kita mendengar dengan telinga. Pertama-tama kita menjadi sadar akan eksistensi gejala-gejala alam. Kita mempelajari dan mengetahui bahwa masing-masing gejala terdiri dari masalah-masalah yang harus dipecahkan.
Kesadaran bagaimana sulitnya menemukan konsep pengertian dan memecahkan suatu masalah dapat membantu seseorang dalam mengembangkan keterampilan intelektual, sikap ilmiah dan metode ilmiah. Proses perkembangan ini adalah suatu perkembanan mental yang dimulai dari laek of understanding to understanding (kurang pengertian sampai menjadi pengertian).

1. Sikap Ilmiah
Sains mempelajari gejala-gejala alam melalui observasi, eksperimentasi, dan analisis yang rasional. Saintis menggunalan sikap tertentu (scientific attitude) misalnya berusaha bersikap obyektif dan jujur bila ia sedang mengumpulkan, menyusun dan menganalisis data. Dalam usahanya untuk menjelaskan kegaiban/rahasia alam semesta, ia juga mengikuti berbagai macam prosedureksperimen dan statistic. Dengan sikap yang bemikian membuat penemuan tersebut merupakan produk sains.
Sikap ilmiah seperti hasrat ingin tahu, rendah hati, sikap keterbukaan, jujur, pendekatan positif terhadap kegagalan dan sebagainyamerupakan perilaku para saintis dalam melakukam kegiatan-kegiatan ilmiah. Sampai sejauh mana seorang saintis menerapkan sikap ilmiah dalam penelitiannya dapat digunakan sebagai dasar/ukuran tentang bagaimana ia dapat menggunakan scientific process (proses ilmiah) untuk membuat penemuan-penemuan yang bermakna. Proses ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuannutuk memecahkan permasalahan sering dikenal dengan metode ilmiah.

2. Proses Ilmiah
Prosese ilmiah adalah langkah-langkah yang ditempuh oleh para ilmuan untuk memperoleh pengetahuan/mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam.
Beberapa proses ilmiah antara lain:
a. Pengamatan
Pengamatan/observasi merupakan proses pengumpulan informasi atau data dengan menggunakan indera. Dalam upaya mendeskripsikan suatu obyek agar pendeskripsian menjadi selengkap mungkin, maka pengamatan juga harus melibatkan indera sebanyak mungkin.
Pengamatan terhadap obyek dapat diamati oleh lima indera yaitu indera penglihatan(mata), indera pembau(hidung), indera peraba(kulit), indera pengecap(lidah), indera pendengar(telinga).
Pengamatan yang dilakukan hanya dengan menggunakan indera, tanpa menggunakan alat ukur yang mengacu pada satuan pengukuran baku tertentu disebut dengan pengamatan kualitatif. Dengan kata lain pengamatan kualitatif adalah pengamatan yang dilakukan oleh beberapa /seluruh indera, dengan mendeskripsikan apa yang dilakukan, yang dirasa, diraba, dibau dan didengar. Bentuk, warna, dan ukuran diklasifikasikan dengan indera penglihat, tekstur indera peraba, bau indera pembau, suara indera pendengar, asin, manis, pahit indera pengecap. Contoh : permukaan benda itu kasar, daun berwarna hijau, mangga rasanya manis, suaranya merdu, bunga baunya harum. Sedangkan pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mengacu pada satuan pengukuran baku tertentu disebut pengamatan kuantitatif. Contohnya : panjang meja 2meter, suhu udara 29oC, massa gula 300 gram.

b. percobaan
Hal yang perlu diperhatikan agar dapat melakukan deskripsi secara efektif adalah:
1. deskripsikanlah hanya apa yang dapat diamati
2. buatlah dekripsi yang singkat
3. gunakanlah bahasa yang tepat dan teliti
4. hanya menuliskan deskripsi hasil pengamatan bukan inferensi(penjelasan) hasil pengamatan.

Melakukan pengamatan obyek yang berubah-ubah lebih sulit dibandingkan dengan melakukan pengamatan terhadap obyek-obyek tetap. Pengamatan harus dilakukan secara menyeluruh meliputi seluruh komponen obyek.

1. Variabel
Variable adalah segala sesuatu (besaran) yang dapat bervariasi/berubah pada suatu situasi tertentu. Dalam mengidentifikasi/menuliskan variable harus disebutkan/dituliskan bagaimana tiap variable akan diukur. Sebagai contoh dalam rumusan masalah “ bagaimana pengruh voume udara terhadap massa udara?” maka volume udara dan masa udara adalah variable “udara” bukan “variable”.
Macam variable ada 3 yaitu:

a. Variable manipulasi
Variable manipulasi adalah variable yang secara sengaja diubah-ubah. Contoh volume air “karena pada eksperimen tersebut emstinya secara sengaja Anda mengubah besar volume air “ misalnya 100 ml, 150 ml, 250 ml) untuk tiap bejana.

b. Variable respon
Variable respon adalah variable yang berubah akibat pemenipulasian variable manipulasi. Contoh : “waktu yang diperlukan air untuk mendidih” karena pada eksperimen tersebut lama waktu yang diperlukan untuk mendidih berubah sebagai akibat dari pemanipulasian volume air.

c. Variable control
Variable control dalah variable yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen tetapi dijaga agar tidak memberikan pengaruh pada hasil eksperimen.

2. Rumusan masalah dan rumusan hipotesis
Memilih masalah penelitian merupakan hal yang sulit dalam proses penelitian. Hal ini karena rumusan masalah atau pertanyaan penelitian baru dapat dirumuskan dengan baik apabila peneliti telah menguasai fakta, konesp, dan teori. Rumusan masalah harus mempertanyakan hubungan antara dua variable atau lebih, sedangkan pertanyaan penelitian harus mempertanyakan karakteristik variable, gejala, atau obyek yang diamati. Baik rumusan masalah maupun pertanyaan penelitian harus dapat dipertanggungjawabkan secara empiris, artinya dimungkinkan mengumpulkan data untuk menjawab rumusan masalah/pertanyaan.
Hipotesis adalah dugaan tentang pengaruh apa yang akan diberikan variable manipulasi terhadap variable respon.
3. Merumuskan definisi operasional variable
Mendefinisikan secara operasional suatu variable berarti menetapkan bagaimana anda akan mengukur variable itu. Peneliti yang berbeda dapat menggunakan definisi operasional yang berbeda untuk variable yang sama.
Sebagai missal, seorang peneliti sedang melakukan peneitian tentang “penaruh frekuensi lari pagi terhadap daya tahan seseorang” (variable respon).
4. Merencanakan dan melaksanakan eksperimen
Dari uraian sebelumnya diketahui bahwa eksperimen adalah suatu usaha sistematis yang direncanakan untuk menghasilkan data yang digunakan untuk menjawab suatu masalah atau menguji suatu hipotesis. Apabila cara pemanipulasian variable dan jenis respon yang diharapkan dinyatakan secara jelas dalam bentuk definisi perasional, maka sebagian besar pekerjaan perencanaan eksperimen sebagai persiapan pengumpulan data terselesaikan.

c. Langkah-langkah operasional metode ilmiah
Salah satu syarat ilmu pengetahuan yaitu harus diperoleh melalui metode ilmiah. Berarti cara memperoleh pengetahuan itu menentukan apakah pengetahuan itu alamiah atau tidak. Metode ilmiah harus terjaminakan menghasilkan pengetahuan yang ilmiah itu bercirikan objektivitas, konsisten, dan sistematis.
Adapun langkah-langkah operasional metode ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Perumusan masalah
2. Penyusunan hiotesis
3. Pengujian hipotesis penarikan kesimpulan
4. Penarikan kesimpulan

3. Produk ilmiah
Produk dan sasaran sains adalah konesp, prinsip, dan teori ilmiah. Dasar untuk pembentukan produk sains berasal dari data observasi dan yang dapat ditiru.
Konsep adalah suatu ide/gagasan yang digeneralisasikan dari pengalaman-pengalaman tertentu dan relevan. Misalnya : konsep tentang megnet,listrik, sel, cahaya, dan sebagainya.
Prinsip adalah generalisasi yang meliputi kaitan antar konsep-konsep. Beberapa ahli ilmu pengetahuan menyatakan scientific principles sama dengan scientific concepts namun prinsip merupakan konsep yang lebih tinggi.
Teori adalah suatu generalisasi prinsip-prinsip ilmiah yang berkaitan, dan yang menjelaskan gejala-gejala ilmiah. Teori menghubungkan, menerangkan, dan meramalkan berbagai macam eksperimen dan observasi melalui cara-cara yang dimulai dari cara yang paling sederhana sampai cara-cara yang paling efisien.

2.2 pembabakan perkmbangan Sains
1. Zaman Batu
Zaman ini disebut zaman batu karena pada zaman ini sebagian besar alat penunjang kehidupan manusia masih terbuat dari batu. Dari alat-alat tersebut dapay diketahui bagaimana mereka hidup dan bagaimana mengatur masyarakat. Pada zaman ini peralatan mereka ada yang terbuat dari bamboo dan kayu. Pada zaman ini dibagi menjadi beberapa zaman yaitu : zaman paleolitikum, mesolitikum, dan neolitikum.
a. Zaman paleolitikum
Zaman ini ditandai dengan kebudayaan yang masih sangat primitive dan sederhana. Mereka hidup berpindah-pindah dari tempat yang satu ketempat yang lainnya. (nomaden), berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan makanan yang terdapat dan alam (food gathering). Alat-alat terbuat dari batu seperti kapak genggam yang masih kasar dan belum dihaluskan. Pae ahli menyebut alat-alat ini dengan chooper artinya alay penetak. Pada masa ini mereka sering melakukan percobaan cara coba-coba dan salah (trial and error) diulang-ulang sehingga muncul know how walau bagaiman sebabnya.
b. Zaman mesolitikum
Pada zaman ini kehidupan mereka tidak jauh berbeda dengan zaman paleolitikum, yaitu berburu dan menangkap ikan, namun mulai mempunyai tempat tinggal yang agak menetap dan bercocok tanam yang sederhana. Mereka memilih tempat tinggal di pinggir pantai dan goa-goa. Kapak mereka terbuat dari batu kali yang dibelah serta masih kasar yang dikerjakan menurut keperluannya. Kapak genggam. Pada zaman ini mulai mengenal berhitung tetapi belum mengenal huruf.
c. Zaman neolitikum
Pada zaman ini mereka sudah hidup menetapdan mempunyai tempat tinggal yang disebut rumah panggung. Bahkan mereka hidup dari hasil bercocok tanam, beterbak dan nelayan. Alat-alat yang digunakan sudah halus dan sempurna. Alat-alat berupa kapak persrgi dan kapak lonjong. Pada zaman Neolitikum sudah mulai mengenal berhitung dan membaa, selain itu merek a juga menyebarkan pengalaman dari mulut ke mulut (socialization of knowledge), dan bersifat politheistik.
d. Zaman megalitikum
Zaman ini disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini mereka sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan terbuat dari batu besar. Kebudayaan ini berkembang dari zaman neolithikum sampai zaman perunggu.
Pada zaman ini mulai mengenal keprrcayaan, walaupun kepercayaan mereka masih dalam tingkat awal yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang.
2. Zaman Logam
Disebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari logam. Pada zaman logam masyarakat mulai mempergunakan alat-alat atau peralatan dari logam. Namun tidak semua manusuia mempunyai keahlian membuat barang-barang dari logam. Pembuatan benda-benda dari logam menggunakan teknik-teknik acire perdue. Pada zaman sudah mengenal teknologi undagi muncul produsen dan daerah konsumen dan system perdagangan barter.
a. Zaman tembaga (370 SM)
Zaman tembaga meruoakan zaman awal manusia mengenal peralatan-peralatan,membaca dan berhitung, serta dapat meramal peristiwa-peristiwa fisis seperti gerhana bulan, perubahan musim.natural prosesnya sudah jauh berkembang dibandingkan dengan zaman batu.
b. Zaman perunggu (354 SM)
Pada zaman ini manusia telah mampu membuat alat-alat dari perunggu yaitu logam camuran antara timah dan tembaga.pada zama ini peralatan yang dikenal luas adalah kapak perunggu. Disamping itu ada peralatan berupa tombak besar yang bermata lebar seperti kapak. Benda zaman perunggu lainnya adalah nekara yang digunakan sebagai benda-benda upacara. Pada zaman ini juga sudah mengenal huruf atau abjad sehingga mereka sudah lancar membaca dan menulis serta berhitung.
c. Zaman besi (355 SM)
Zaman ini manusia sudah dapat mengolah bijih-bijih besi nutuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhukan oleh manusia itu sendiri.
Pada zaman ini pengalaman diterima sebagai fakta. Mengenalnatural number system dari berbagai siklus gejala alam, sehungga bias meramal peristiwa-peristiwa fisis.selain itu mereka sudah bisaa menulis,membaca, berhitung dan menyusun kalender.

3. Masyarakat sungai Shindu dan sungai Gangga
Masyarakat didaerah ini memiliki sains dan teknologi. Mereka telah mampu membuat barang-barang dari emas, perak, alat-alat pertanian, kain dan kapas serta bangunan-bangunan. Kemampuan berhitung mereka sudah tinggi. Sehingga ilmu bangunan dan arsitektur berkembang dengan baik. Mereka juga mengenal pertanian dengan mengalirkan air dari sungai ke tempat bercocok tanam dengan baik dan rapi serta penggunaan pupuk mulai digalakkan. Hasil pertanian berupa gandum, padi, kapas, dan jelai.
4. Masyarakat Lembah Sungai Nil
Teknologi dan sains memang sudah tumbuh dengan pesat terbukti dengan pembangunan piramida, pengawetan mayat (mummi), obat-obatan, mengenal ilmu astronomi, atau perbintangan yang dikenal seluruh dunia, mereka sudah mengenal tahun kabisat, pengetahuan ilmu ukur (geometri) yang tinggi.
5. Masyarakat Lembah Sungai Eufrat dan Tigris (Mesopotamia)
Pada masa ini pertanian sudah cukup maju terbukti mereka sudah membangun benungan atau telaga buatan untuk irigasi pertanian yang rapi. Serta pengunaan pupik mulai dagalakkan. Hasil pertanian berupa gandum, kapas, anggur, jeruk, dan pisang.
Teknologi dan sains sudah Nampak dengan kemampuan mengolah logam untuk membuat peralatan pertanian dan rumah tangga serta perhiasan, permadani yang indah, selain itu sudah dapat membuat tembikar untuk perhiasan dan peralatan rumah tangga dengan kualitas tinggi. Adanya perpustakaan Ashurbanipal merupakan perpustakaan tertua didunia.
6. Masyarakat Yunani (Sparta dan Athena)
Dibidang pengetahuan dan teknologi bangsa ini telah membuat perahu layar yang ramping untuk menghubungkan laut Tengah dan daratan Yunani serta pantai timur pulau sicilia, barang-barang tanah liat, dan logam, karya arsitektur yang megah seperti kuil Zeus, Partenon, dan gedung teater raksasa.
Filsafat Yunani yang terkenal yaitu menggunakan metode berpikir logis atau rasional sisitematis. Selain itu Yunani terkenal dengan pesta olahraganya di gunung olymphus yang sekarang dengan pesta olahraga internasional olympiade.
7. Masyarakat Lembah Sungai kuning
Pada masa pemerintahan Dinasti Chin menjadi kemajuan dalam system pertanian, pada masa ini sudah mengenal system irigasi yang baik dan rapi, pupuk untuk menyuburkan tanaman, pengaturan waktu bercocok tanam. Selain itu mereka juga mengenal peralatan dan perhiasan dari emas, perak, perunggu, besi, dan wolfram.
8. Masyarakat Romawi
Perkembangan sains dan teknologi berkembang pesat seperti pengetahuan seni bangunan sangat berjasa karena mereka dengan penelitiannya yang serius berhasil menemukan beton untuk membangun bangunan yang kokoh dan kuat, perkembangan teknik sipil dan arsitektur sangat pesat, mereka mempunyai pengetahuan dan yeknik pembuatan jalan, jembatan, saluran air yang masih ada sampai sekarang, pengetahuan dibidang hukum dan tata Negara, pengetahuan dibidang militer, dan pengetahuan dibidang pemerintahan.
9. Revolusi Industri
Revolusi industri merupakan suatu istilah yang menandai perubahan yang radikal dan cepat terhadap perkembangan kemampuan manusia dalam menciptakan kemampuan kerja untuk meningkatkan hasil produksi. Peralatan yang digunakan memakai system ban berjalan dan dijalankan dengan mesin mekanik. Selain dukungan modal yang besar dan tenaga buruh yang murah serta daerah pemasaran yang luas. Revolusi industry mula-mula berkembang di Inggris kemudian berkembang keseluruh Eropa.
a. Revolusi industry di Inggris
Perkembangan sains dan teknologi di Inggis berkambang pesat dan maju karena didukung factor keamanan dan politik. Penelitian-penelitian ilmiah yang dibantu modal besar banyak dilakukan sehingga pabrik-pabrik besar dapat dibangun.
b. Revolusi industry menjalar ke seluruh benua Eropa dan dunia
Dengan cepat revolusi industry menjalar ke Jerman . jerman mempunyai kemampuan yang luar biasa setelah Inggris mengembangkan sains dan teknologi karena banyaknya penelitian-penelitian yang dibiayai oleh perbankan, asuransi, industry dan pemerintahan.

10. Perang Dunia l
Kemajuan industri, politik kolonialisme, dan imperialism, politik mencari kawan, dan perdagangan senjata menjadi factor penyebab timbulnya persengketaan antar bangsa akhirnya terjadi Perang Dunia l. selama perang ini industry peralatan militer menjadi berkembang pesat.
11. Masa Mencari Perdamaian
Pada masa ini bangsa sibuk mencari solusi damai. Revolusi industry merambah ke negeri sakura yaitu Jepang. Perkembangan sains dan teknologi ditransfer dari Eropa ke Jepang dengan cepat. Kemampuan orang jepang tidak dapat diragukan lagi dalam waktu kurang dari 12 tahun setelah proses transfer IPTEK, Jepang sudah dapat mengembangkan teknologinya dengan membuat peralatan yang lebih canggih dan mempunyai bentuk yang lebih kecil serta design sangat menarik.
Selain itu Negara Uni Soviet dan Amerika Serikat yang telah mengalami revolusi industri terlebih dahulu dari Jepang terus berpacu meningkatkan industry persenjataannya dan saling bersaing didunia dengan menunjukkan kelebihan masing-masing, yang akhir kedua Negara tersebut menjadi Negara superpower yang saling bermusuhan.
12. Perang Dunia ll
Politik mencari teman (politik aliansi) untuk melempar industry senjata dan kepentingan ekonomi menjadi sangat tajam, perdamaian sulit diwujudkan sehingga pada tahun 1939 meletus perang dunia ll. Pada perang ini kehancuran di bidang ekonomi dan pangan melanda dunia, sehingga pada masa ini perkembangan sains dan teknologi menjadi terhenti, karena tidak menunjukkan kemajuan yang berarti.
13. Perkembangan Sains dan Teknologo Pasca Perang Dunia ll
a. Revolusi hijau (green revolution)
Revolusi ini bertujuan meningkatkan produksi pangan dari hasil penemuan-penemuan ilmiah berupa bibit unggul untuk biji-bijian.
b. Revolusi industry pertanian
Industry pertanian merupakan upaya pengolahan sumber daya alam hayati dengan bantuan teknologi industry untuk menghasilkan berbagai macam hasil yang mempunyai nilai yang lebih tinggi. Bentuk kegiatan industry pertanian diantaranya:
1. Industry pengolahan pangan
2. Industry pengolahan hasil hutan
3. Industry pengolahan hail perikanan
4. Industry pengolahan hasil perkebunan
5. Industry pupuk menggunakan tenaga mesin
6. Industry pestisida menggunakan tenaga mesin
7. Industry mesin peralatan pertanian menggunakan tenaga mesin
c. Revolusi sistem informasi dan system komunikasi
Revolusi system informasi dan teknologi bertujuan untuk menghilangkan isolasi tentang informasi penting dibidang sains dan teknologi suatu Negara berkembang yang letaknya jauh dari Negara yang telah maju.
d. Revolusi transportasi
Sarana transportasi sangatlah penting dalam kehidupan manusia sejalan dengan meningkatnya kebutuhan manusia.
e. Revolusi genetika
Revolusi genetika bertujuan mendapatkan bibit unggul atau bibit yang mempunyai sifat yang berbeda atau sama dengan induknya sesuai dengan keinginan atau kebutuhan manusia.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sains meiliki definisi yang banyak, namun pada hakikatnya terdapat kkesamaan inti dan pemahaman perihal definisi sains. Pada dasarnya sains adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan cara yang khas yaitu melakukan pengamatan, percobaan, penyimpulan, penyusunan teori, percobaan, pengamatan dan demikian seterusnya terjalin saling keterkaitan antara cara yang satu dengan cara yang lainnya. Cara memperoleh ilmu pengetahuan dengan cara melakukan pengamatan, percobaan, dll disebut dengan metode ilmiah atau penyelesaian masalah dengan cara yang logis. Sains terdiri dari tiga komponen yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah. Suatu masalah dalam sains yang telah dirumuskan dan kemudian berhasil dipecahkan akan memungkinkan terbukanya masalah baru yang membutuhkan pemecahan lagi. Dengan demikian memungkinkan sains berkembang secara dinamis. Sains berkembang dari zaman batu (paleolitikum. Mesolitikum, neolitikum,megalitikum),zaman logam (tembaga, perunggu, besi), masyarakat lembah sungai shindu dan sungai gangga, masyarakat lembah sungai Nil, masyarakat lembah sungai Eufrat dan Trigis, masyarakat Yunani, masyarakat Romawi, revolusi industry, perang dunia l, masa mencari perdamaian, perang dunia ll, pasca perang dunia ll.




DAFTAR PUSTAKA

Tim FMIPA UNESA. 2007. Sains Dasar. Surabaya: Unesa University Press
Thomas,L. 1983. Making science work. New York: Viking Press
Heyworth Rex.1990. Chemistry A New Approach, Third Eddition. Malaysia: Chee Leong Press














HAKIKAT SAINS DAN TEKNOLOGI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

0 komentar:


Silakan Bekomentar.!!!


Semakin banyak berkomentar, semakin banyak backlink, semakin cinta Search Engine terhadap blog anda
:a:
:b:
:c:
:1: :2: :3: :4: :5: :6:
:7: :8: :9: :)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =)) :-t b-( :a :b :)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :-L x( =)) :thanx: :bingung: :sundul: :iloveindonesia: :marah: :ngacir: :kiss: :bata: :10: :11: :12:

Poskan Komentar

jangan lupa komentarnya yah!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons