Rabu, 16 Desember 2009

BUNYI SUPRASEGMENTAL

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam kehidupan sosialnya,manusia saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain.Dalam hal ini perlu adanya komunikasi.Kebutuhan berkomunikasi itu semakin kompleks seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia.Kenyataan demikian menempatkan bahasa sebagai alat komunikasi manusia pada posisi yang penting.

Agar komunikasi tersebut berjalan dengan baik,kedua belah pihak memerlukan bahasa yang dapat dipahami bersama.Wujud bahasa yang utama adalah bunyi.Bunyi-bunyi itu disebut bunyi bahasa.Dalam pengucapannya,bunyi-bunyi bahasa dapat disegmentasikan atau dipisah-pisahkan (bunyi segmental).Dalam bunyi yang dapat disegmentasikan itu terdapat unsur-unsur yang menyertainya sehingga disebut bunyi suprasegmental.

Untuk dapat lebih benar dalam mengucapkan bunyi-bunyi tersebut,perlu diketahui unsur-unsur yang menyertai bunyi segmental tersebut.

Tujuan

Untuk mengetahui unsur-unsur yang menyertai bunyi segmental.

Metode Penelitian

Penulis mempergunakan metode kepustakaan.Cara-cara yang digunakan pada penelitian ini adalah Studi Pustaka.Dalam metode ini penulis membaca buku-buku dan mencari referensi dari internet yang berkaitan dengan penulisan makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Bunyi Suprasegmental

Bunyi Suprasegmental adalah bunyi yang menyertai bunyi segmental.Dengan beberapa unsur yang menyertainya.Unsur-unsur tersebut sebagai berikut:
1 Tekanan (Stress)
2. Jangka/Rentang waktu/Durasi (Duration)
3. Nada (Spitch)
4. Sendi (Juncture) dan Jeda (Pause)
5. Aksen (Accent)
6. Intonasi
7. Ritme



1.Tekanan (stress)
Tekanan kata dalam bahasa Indonesia disebut Tonotemporal yaitu sejenis kemenonjolan lebih banyak ditandai oleh tinggi nada (bersifat temporal) dan rentang waktu tempat suku kata bertekanan diucapkan (bersifat temporal).
Macam-macam tekanan:
1. Tekanan keras (bertekanan) → [...∕ ..]
2. Tekanan lunak (tak bertekanan) → tanpa tanda diakritik
Tekanan dalam bahasa Indonesia bersifat Nondistingtif (tidak membedakan makna).
Contoh dalam bahasa inggris:
1. R′efuse → tekanan pada suku kata pertama
Menyatakan kata benda ‘sampah’
2. Refu′se → tekanan pada suku kata terakhir
Menyatakan kata kerja ‘menolak’

2.Jangka/Rentang waktu/Durasi (Duration)
Adalah panjang/lama waktu yang diperlukan untuk mengujarkan sebuah bunyi bahasa yaitu vocal.
Jangka dalam bahasa Indonesia bersifat nondistingtif.
Jangka disimbolkan dengan tanda titik [.] dengan jumlah tertentu yang diletakkan di belakang fonem vocal.
Tanda ini disebut mora [.] atau [..‾..]
Tanda titik satu [.] → satu mora
Tanda titik dua [:] → dua mora
Tanda titik tiga [:.] → tiga mora
Contoh dalam bahasa tagalong:
1. [Kaibi:gan] → teman
2. [Kai:bigan] → kekasih



3.Nada (Spitch)
Adalah tinggi rendahnya bunyi ujaran.Hal ini disebabkan oleh adanya factor ketegangan pita suara,arus udara,dan posisi pita suara ketika bunyi itu diucapkan.Makin tegang pita suara yang disebabkan oleh kenaikan arus udara dari paru-paru,makin tinggi pula nada bunyi tersebut.Begitu juga posisi pita suara.Pita suara yang bergetar lebih cepat akan menentukan tinggi nada suara ketika berfonasi.
Tanda fonetis untuk menyatakan nada:
Tanda /v/ menyatakan fonem segmental vokal
/v1/ → nada rendah
/v2/ → nada sedang
/v3/ → nada tinggi
/v4/ → nada sangat tinggi
Contoh dalam bahasa Vietnam:
1. [ma1] → hantu
2. [ma2] → memeriksa
3. [ma3] → tetapi
4. [ma4] → makam



4.Sendi (Juncture) dan Jeda (Pause)
4.1 Sendi adalah peralihan dari satu bunyi ke bunyi yang lain dengan terdapat perhentian sejenak.
Macam-macam sendi:
1. Sendi tutup (close juncture) yaitu sendi yang ada di dalam kata
2. Sendi buka (open juncture) yaitu sendi yang mengakhiri kata
3. Sendi buka dalam (internal open juncture) yaitu sendi buka yang menandai peralihan di dalam kata.
Contoh:
1. Kemeja
Sendi yang terjadi yaitu /ke/ dengan /me/ dan /me/ dengan /ja/.Sendi /ke/ dengan /me/ dan /me/ dengan /ja/ disebut sendi tutup.Sedangkan sendi sebelum /ke/ dan sesudah /ja/ disebut sendi buka.
2. Beruang → memiliki uang
Beruang → nama binatang
Sendi sebelum /u/ lebih panjang untuk kata pertama daripada kata kedua.
Simbol secara fonetis untuk menandakan sendi:
1. Sendi tutup → tanda palang (+)
2. Sendi buka → tanpa symbol
Misal: ke + meja (ia melempar uang logam ke meja itu)

Jeda adalah perhentian yang menandai batas terminal intonasi kalimat.
Macam-macam jeda:
1. Jeda final yaitu perhentian berada di akhir kalimat dan menandai intonasi berakhir.
2. Jeda nonfinal yaitu perhentian berada di tengah kalimat yang menandai frase tertentu.
Notasi yang digunakan:
1. Jeda final → palang ganda ( # )
2. Jeda nonfinal → garis miring ( / )
Contoh:
# guru / baru datang #
# guru baru / datang #
Jadi jeda dalam bahasa indonesia berperan menentukan makna kalimat.


5.Aksen (Accent)
Adalah perpaduan antara tekanan dengan nada.Aksen merupakan tekanan dalam kalimat artinya pada aksen,tekanan jatuh pada kata tertentu dalam sebuah kalimat.
Fungsi aksen yaitu menunjukkan bagian yang terpenting oleh penuturnya.Notasi yang digunakan berupa garis memanjang yang diletakkan di bawah bunyi segmental.
Contoh:
1. Bapak sedang bekerja di pasar (bukan saya atau ibu)
2. Bapak sedang bekerja di pasar (bukan ingin atau telah)


6.Intonasi
Adalah naik atau turunnya nada dalam pelafalan kalimat.Atau perubahan titinada dalam berbicara.Intonasi merupakan perpaduan antara nada,jangka,tekanan,dan jeda dalam suatu perwujudan.Intonasi dapat menentukan ragam kalimat deklaratif (berita),introgatif (tanya),dan imperatif (perintah)
Contoh:
Ellyas Pical menang
Jika diucapkan dengan intonasi menurun/naik maka memberikan arti pertanyaan.Namun jika kata menang mendapat tekanan,maka menyatakan kalimat deklaratif.



7.Ritme
Adalah pola pemberian tekanan pada kata dalam kalimat.Atau ritme merupakan perpaduan antara jangka dan tekanan.
Dalam bahasa Indonesia ritme didasarkan pada jumlah suku kata yang ada dalam kalimat.
Contoh:
1. John disini kini
2. Guru besar itu di Bandung malam ini.
Kedua kalimat diucapkan dalam waktu yang berbeda.Kalimat (1) terdiri atas 6 suku kata yang diucapkan lebih pendek daripada kalimat (2) yang terdii atas 13 suku kata.

0 komentar:


Silakan Bekomentar.!!!


Semakin banyak berkomentar, semakin banyak backlink, semakin cinta Search Engine terhadap blog anda
:a:
:b:
:c:
:1: :2: :3: :4: :5: :6:
:7: :8: :9: :)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =)) :-t b-( :a :b :)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :-L x( =)) :thanx: :bingung: :sundul: :iloveindonesia: :marah: :ngacir: :kiss: :bata: :10: :11: :12:

Poskan Komentar

jangan lupa komentarnya yah!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons