Rabu, 16 Desember 2009

ANALISIS STRIKTURAL SEMIOTIK PUISI "TANAH AIR"

Secara structural, apa yang bisa diberikan si aku kepadamu (tanah air) yaitu sebuah jiwa dan baris-baris puisi yang memuji dan mengobarkan semangat sebagai perwujudan rasa cinta tanah air. Para rakyat siap siaga membela dan mempertahankan serta melindungi tanah air dari segala sesuatu yang bisa mengancamnya dengan penuh semangat yang selalu berkobar.
Dalam bait kedua, pahlawan tanpa pamrih (tanpa pangkat. Bukan termasuk dari angkatan bersenjata dan juga tidak mengharapkan imbalan) atau pejuang yang resah di hutan-hutan tak bernama (tak dikenal). Artinya pahlawan yang tak dikenal yang memperjuangkan tanah air. Karena kau satu-satunya bernama tanah air. Satu-satunya tempat lahir dan mati. Oleh karena itu hanya di tanah airlah mereka (para pahlawan dan pejuang yang telah gugur) diberi tempat yang layak untuk jasad dan jasanya sebagai para pahlawan yang telah memperjuangkan dan membela tanah air.
Dalam bait ketiga, tanah yang terampas oleh para penjajah tidak mematahkan semangat para rakyat. Dengan adanya peristiwa demi peristiwa yang menimpa rakyat tersebut menjadikan mereka lebih mengerti bagaimana cara untuk bertindak bijaksana dengan segala pengorbanan yang tanpa pamrih sehingga bisa mendapatkan masa depan yang gemilang.
Kalau si aku hanya bisa memberikan jiwa dan baris-baris puisi untukmu (tanah air) maka si aku berharap para pahlawan tersebut bisa dikenang dan diteruskan perjuangannya oleh generasi-generasi berikutnya untuk tetap mempertahankan tanah air dari tangan penjajah. rakyat tak pernah jenuh atau bosan mengenang jasa para pahlawan serta mempersembahkan semangat untuk senantiasa memperjuangkan tanah air karena harapan kami (rakyat) untuk bisa selalu menjaga dan mempertahankan tanah air tak pernah reda.
Secara semiotic, sistem ketandaan, terdapat pemakaian enjabement yaitu pemotongan kalimat atau frase diakhir larik kemudian meletakkan potongan itu pada awal larik berikutnya seperti yang terbukti dalam bait ke-3 yaitu :


tanah yang terenggah oleh sengketa tak melumpuhkan
semangat

demikian juga terdapat pada bait ke-4 yaitu :

kalau aku anya bisa memberikan sebuah jiwa
dari baris-baris puisi, terimalah ia dalam kemurnian
sukmamu
tak jenuhnya kami menyenandungka tanpa
prasangka
……………………………………………………………………………………..

Dimana pada kata yang tercetak miring tersebut merupakan lanjutan dari kalimat diatasnya.
Selain enjabement, juga terdapat kalimat inverse yaitu gaya pengucapan yang membalikkan urutan subjek dan predikat atau membalikkan pola susunan kata dalam suatu frase. Hal ini terbukti dalam bait pertama baris ketiga :
Berbondong rakyat dibawah kelopak langitmu yang biru
dan bait keempat baris keempat :
tak jenuhnya kami menyenandungkan tanpa
berbondong rakyat  seharusnya susunan kata tersebut yaitu S – P
P S
Begitu juga dengan frase tak jenuhnya kami susunan katanya dibalik.
P S
Repetisi atau ulangan-ulangan bunyi terdapat pada bait kedua baris kesatu dan kedua serta bait keempat pada baris keempat,kelima, dan keenam yakni :

Para pahlawan tanpa bintang dan lencana
Atau pejuang yang resah di hutan-hutan tak bernama
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
Tak jenuhnya kami menyenandungkan tanpa
Prasangka
Karena harapan tak pernah padam dari kelopak jiwa

Dalam sajak ini didominasi oleh bunyi sengau yang terdapat di tiap-tiap bait yang menunjukkan rasa semangat yang begitu membara sehingga pembaca juga dapat merasakan semangat yang ditimbulkan oleh efek bunyi sengau tersebut misalnya : menyiulkan,dalam sajak ini didominasi oleh bunyi sengau yang terdapat di tiap-tiap bait yang menunjukkan rasa semangat yang begitu membara sehingga pembaca juga dapat merasakan semangat yang ditimbulkan oleh efek bunyi sengau tersebut misalnya : menyiulkan,emaajaanmu, berbondong, langitmu, semangat, bintang dan lencana, pejuang, di hutan-hutan, sengketa, pengorbanan, jalan, kegemilangan, masa depan, kemurnian, menyenandungkan, tanpa, prasangka, harapan dan padam.
Hal-hal yang tersebut merupakan tanda-tanda yang menyumbangkan efek puitis (sebagai maknanya dan menambah efek liris sehigga tidak monoton dan tidak mebosankan).
Jika dikaji lebih lanjut, dalam sajak ini juga bisa ditemukan jarak dan deiksis sebagaimana konvensi yang dikemukakan oleh Teew (1984: 104-105) berasal dari Culler yakni ada tiga konvensi dasar yaitu jarak dan deiksis, keseluuhan yang organic, dan tema dan perwujudan. Jarak dan deiksis dimana kata aku disini masih mempunyai jarak dengan diri pengarang. Aku disini bukan berarti pengarang melainkan akulirik atau rekaan bahkan pembaca dapat mengidentikkan dengan dirinya. Begitu juga dengan deiksisnya. Terdapat deiktik orang dalam sajak ini (kau, aku, kami, para pahlawan, pejuang), deiktik tempat (di hutan-hutan, disejuk bumimu, dalam kemurnian sukmamu, dikelopak jiwa), deiktik waktu (masa depan) dan deiktik keruangan (dibawah). Selain mengandung jarak dan deiksis juga merupakan keseluuhan atau kesatuan yang organic dimana antara bagian-bagian dan keseluruhan ada pertautan yang erat. Antara baris yang satu dengan baris yang lain dalam satu bait terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan bahkan dala bubungannya dengan bait yang satu dengan bait yang lain juga tidak berdiri sendir-sendiri karena mempunyai unsure keterpaduan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Konvensi dasar yang ketiga yaitu tema dan perwujudan yang tidak dipisahkan dengan konvensi yang kedua karena konvensi yang ketiga ini merupakan konvensi makna yang behubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Sikap siap bela negara dan rasa nasionalisme yang ditunjukkan dalam sajak ini bukan hanya merupakan sikap atau peristiwa yang dialami oleh pengarang saja, namun juga bermakna universal dimana setiap warga suatu negara mempunyai semangat nasionalisme terhadap negaranya dan hal ini sangat manusiawi.

0 komentar:


Silakan Bekomentar.!!!


Semakin banyak berkomentar, semakin banyak backlink, semakin cinta Search Engine terhadap blog anda
:a:
:b:
:c:
:1: :2: :3: :4: :5: :6:
:7: :8: :9: :)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =)) :-t b-( :a :b :)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :-L x( =)) :thanx: :bingung: :sundul: :iloveindonesia: :marah: :ngacir: :kiss: :bata: :10: :11: :12:

Poskan Komentar

jangan lupa komentarnya yah!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons